Pelayanan “transparan”, penting lho…

generic_drugKemarin sore, ada pasien tebus obat. Di resep tertera Stazol 100 mg diminum 2×1/2 tablet. sebelum si pasien datang ke apotek saya, dia sudah  ke apotek lain dan obat yang dicari  tidak ada. Pihak apotek menawarkan obat merek lain yang sama namun mereknya berbeda yaitu Pletaal.

Ketika datang ke apotek saya, kebetulan obat tersebut juga tidak ada, kami menawarkan obat yang sama yaitu pletaal dan kami beritahukan dosis yang kami punya bukan yang 100 mg tapi 50 mg. Si pasien kemudian menelepon apotek yang pertama dan menanyakan pletaal yang mereka punya berapa mg? ternyata sama, yang mereka punya juga 50 mg bukan 100 mg. Si pasien mengomel karena dia tidak diberitahu dosis obat, hanya diberitahu ada obat pengganti yang sama.

Read more »

Nasib APA bukan PSA

informasi-obatBuat yang masih asing, APA= Apoteker Pengelola Apotek, PSA= Pemilik Sarana Apotek. Nah, cerita ini cerita lama, kedudukan APA yang bukan pemilik apotek memang memprihatinkan (walaupun ada beberapa yang bernasib baik).

Mulai dari gaji minim (terutama yang tidak praktek/hanya nama), bingung mau ngerjain apa selain tanda tangan laporan dan SP, lebaran nggak dapet THR, boro-boro bonus tahunan, jauhhhh… Nah, yang lebih memprihatinkan lagi, ada teman sejawat yang praktek tiap hari tapi gajinya juga masih minim, buat yang ini jangan berkecil hati ya, sesungguhnya rejeki anda ditambah dari pintu yang lain.

Read more »

Ibu, apotekernya ya?? kok bisa… biasanya kan…

konsultasi-pasienTadi malam ada kejadian lucu. Warning nich Buat medrep (medical representatif, baca: sales obat yang suka ke dokter-dokter itu lho…) yang baru visit ke apotek saya, mohon jangan songong yee.. Datang-datang langsung minta stempel, buru-buru lagi, gk lihat siapa yang  sedang melayani pasien dan menyerahkan resep. Saya pura-pura aja sebagai pelayan apotek biasa. Ndilalahnya, saya sedang tidak memakai jas putih wkt itu.Kesempatan nich buat menyamar.

Read more »

Assalamualaikum!

icon-umiAlhamdulillah.., akhirnya kesampaian juga bikin blog sendiri. Thanks yach say (buat suamiku). Kenapa harus catatan harian? karena itulah yang paling simpel dan tidak terlalu berat (hehe) buat seorang ibu-ibu yang ingin menulis dan berbagi pengalaman. Kata orang bijak, sesuatu apapun jika ditulis akan lebih berguna. Yap! mudah-mudahan bisa menginspirasi dan membuka mata para apoteker khususnya dan masyarakat umumnya tentang pernak-pernik seorang apoteker yang bekerja (aktif) di apotek dan sebagai ibu-ibu pada umumnya.